Bisnis Retail yang signifikan TERHADAP
Perkembangan konsumen
Oleh: Indra Bayuwega
Kelas 1EB18
NPM : 23211588
1. PENDAHULUAN
Bisnis ritel saat ini mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyak
bermunculan bisnis ritel tradisional yang mulai membenah diri menjadi bisnis
modern maupun bisnis modern sendiri yang baru lahir, di mana diketahui ciri bisnis
tradisional yaitu kurangnya pemilihan lokasi yang tepat, tidak memperhitungkan
potensi pembeli, jenis barang dagangan yang tidak terarah dan tidak ada seleksi
merek.
Sedangkan ciri dari bisnis
ritel modern yaitu lokasi strategis yang merupakan faktor penting dalam bisnis
ritel, prediksi cermat terhadap potensi pembeli, pengelolaan jenis barang
dagangan yang terarah,dan seleksi merek yang sangat ketat. Tersedianya sistem
informasi yang canggih, memungkinkan bisnis ritel mampu menyediakan produk-produk
baru, pelayanan yang sangat cepat, teliti, dan mampu memuaskan pelanggan.
Perkembangan bisnis ritel didukung dengan adanya perkembangan usaha distribusi,
jasa dan peluang pasar yang cukup terbuka, maupun upaya pemerintah untuk
mendorong perkembangan usaha ritel melalui peraturandan undang-undang.
Bauran Ritel memiliki hubungan
dengan keputusan pembelian. Loudon dan Bitta dalam Utami (2010:75) menyatakan
bahwa “there are several factors influence consumer store choise behavior.
They are include store location, physical design assortment, prices,
advertising, sales promotion, personel and service”. Dari pengertian dapat
diartikan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam
memilih suatu toko, antara lain produk, harga, promosi, layanan, dan fasilitas
fisik. Jadi konsumen akan memilih untuk berbelanja di toko tertentu saja,
apabila konsumen merasa bauran ritel di toko tersebut sesuai prioritas
konsumen.
Griya
Batik merupakan toko yang menjual barang dagangan khususnya batik, Griya Batik
juga memiliki dua toko, pertama yang terletak di MX Mall dan yang kedua
di MATOS (Malang Town Square). Peneliti disini melakukan penelitian di
toko Griya Batik MX Mall dikarenakan toko di MX Mall lebih
lengkap menjual banyak pilihan dan ragam barang serta merupakan toko pertama
Griya Batik yang memiliki banyak konsumen. Saat ini Griya Batik bersaing dengan
butik batik lain yang ada di MX Mall dan MATOS serta butik batik lainnya
yang ada di Kota Malang.
Penelitian ini bertujuan untuk:
1) menjelaskan faktor-faktor yang menentukan Bauran Ritel; 2) pengaruh faktor
Bauran Ritel secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian; 3) menjelaskan
variabel manakah dalam faktor Bauran Ritel yang berpengaruh dominan terhadap
keputusan pembelian.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Ritel
Sopiah dan Syihabudin (dalam
Tjiptono, 2008:225) menyatakan retailing merupakan semua kegiatan
penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian
pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis. Jika institusi
pabrikan, wholesaler atau retailstore menjual sesuatu kepada
konsumen akhir guna pemakaian non-bisnis, berarti telah melakukan penjualan
eceran.
Ritel memiliki fungsi-fungsi
penting yang dapat meningkatkan nilai produk dan jasa yang dijual kepada
konsumen dan memudahkan distribusi produk-produk tersebut bagi pihak yang
memproduksinya. Dalam meningkatkan nilai produk dan jasa yang dijual Utami
(2010:12-14) dijelaskan tentang fungsi-fungsi tersebut yaitu: 1) Menyediakan
berbagai macam produk dan jasa (assortment). 2) Memecah (breaking
bulk). 3) Perusahaan Penyimpanan Persediaan (holding inventory). 4)
Penghasil jasa (Providing Services). 5) Meningkatkan Nilai Produk dan
Jasa
2.2 Bauran Ritel (Retailing
Mix)
Bauran penjualan eceran adalah
semua variabel yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran untuk
berkompetisi pada pasar yang dipilih.Dalam penjualan eceran termasuk produk,
harga, pajangan, promosi, penjualan secara pribadi dan pelayanan kepada konsumen
(customer service). (Masson, Mayer, F. Ezzel dalam Foster,
2008:51)
Dunne Lusch dan Griffish (dalam
Foster, 2008:51) mengemukakan bahwa Bauran penjualan eceran adalah
kombinasi dari merchandise, harga, periklanan dan promosi, pelayanan
konsumen dan penjualan, serta suasana toko dan desain toko yang digunakan untuk
memuaskan konsumen.
2.3. Komponen Bauran Ritel
Komponen bauran ritel (retailing
mix), Utami (2010:86) antara lain: (1) Produk; (2) Harga; (3) Promosi; (4)
Pelayanan; (5) Fasilitas Fisik.
2.3.1 Produk
Produk adalah keseluruhan dari
penawaran yang dilakukan secara normal oleh perusahaan kepada konsumen dalam
memberikan pelayanan, letak toko, dan nama barang dagangannya. Konsumen akan
memberikan kesan yang baik terhadap suatu toko apabila toko tersebut dapat
menyediakan barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Oleh karena
itu, peritel harus tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen (Utami,
2010:86)
“A product is a tangiable
and intangiable attributes, including packaging, color, price, manufacturer’s
and retailer,
wich the buyer may accept as offering want – satisfaction”. Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun
tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik,
nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan
pengecer, yang diterima pembeli guna memuaskan keinginannya. (Stanton dalam Alma,
2009:139).
2.3.2 Harga
Harga sangat berhubungan dengan
nilai dasar dari persepsi konsumen berdasarkan dari keseluruhan unsur bauran
ritel dalam menciptakan suatu gambaran dan pengalaman bertransaksi. Tingkat
harga pada suatu toko dapat mempengaruhi cara berpikir konsumen terhadap
unsur-unsur lain dari bauran ritel yaitu 1). Kebijakan Harga. Alma
(2009:170) mengemukakan bahwa, kebijakan harga atau price policies ialah
keputusan mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk suatu jangka waktu
tertentu. 2) Penetapan Harga. Alma (2009:174), mengemukakan bahwa dalam
menentukan kebijakan harga ada 3 kemungkinan: a). Penetapan Harga di Atas Harga
Saingan; b). Penetapan Harga di Bawah Harga Saingan; c). Mengikuti Harga
Saingan.
Lewinson (dalam Foster,
2008:57), menyatakan bahwa “Penetapan harga jual yang layak memungkinkan
penjual eceran mempunyai profit yang layak, sambil memberikan kepada konsumen
suatu nilai kepuasan tertentu, baik sebelum, selama, maupun setelah
penjualan.Konsumen yang memperhitungkan harga sebagai kriteria yang paling
penting dalam memilih produk, sementara ada pula yang kurang memperhatikan
harga.
2.3.4 Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang
mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku konsumen terhadap suatu toko ritel
dengan segala penawarannya. Berman dan Evans (dalam Utami, 2010:88)
membagi promosi dalam beberapa tipe, diantaranya: point of purchase, kontes,
kupon, program belanja, undian, contoh gratis, demonstrasi, pemberian hadian
yang diadakan pada peristiwa khusus.Promosi merupakan alat komunikasi untuk
menghubungkan keinginan pihak peritel dengan konsumen untuk memberitahu,
membujuk dan mengingatkan konsumen agar mau membeli produk yang dijual dari
keuntungan dan manfaat yang diperolehnya.Para peritel harus dapat mendukung dan
memperkuat posisi badan usahanya dipasar.
Kotler (dalam Foster,
2008:67), menyatakan bahwa promosi mempunyai lima peringkat utama yaitu: iklan (advertising),
penjualan secara langsung (direct selling), promosi penjualan (sales
promotion), hubungan masyarakat (public relations) dan penjualan
tatap muka (personal selling).”
2.3.5 Fasilitas Fisik
Fasilitas fisik merupakan
faktor penentu dalam mendominasi pangsa pasar yang diinginkan oleh perusahaan,
karena penguasaan pasar dapat dicapai apabila perusahaan mendapat kedudukan
yang baik sehingga dapat menciptakan citra perusahaan bagi para konsumennya.
Secara spesifik, beberapa elemen penting yang dapat lebih menonjolkan citra
dari suatu toko yaitu beberapa arsitektur yang baik, desain eksterior dan
interior yang menarik, sumber daya manusia yang memadai, penyediaan
barang yang baik, lambang dan logo, penempatan lokasi dan nama toko yang dapat
menarik perhatian.
Nama toko berperan penting
karena sebagian besar dari elemen tersebut berkaitan dengan peritel yang
ditampilkan secara fisik.Adapun faktor-faktor lain yang harus di- pertimbangkan
yaitu kestrategisan, apakah daerah tersebut dapat dijadikan pusat
bisnis
atau bukan dan bagaimana arus lalu lintasnya. Arus lalu lintas mempengaruhi
penempatan lokasi toko ritel karena dapat menarik konsumen untuk mengunjungi
atau berbelanja di toko (Utami, 2010:91).
Fasilitas fisik mempunyai peran
penting untuk memposisikan toko ritel dalam benak konsumen.fasilitas fisik
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1). Lokasi Toko; 2). Tata Letak Toko; 3).
Desain Toko.
2.3.6 Pelayanan
Pelayanan merupakan suatu
kegiatan untuk dilayani. Pelayanan tentunya berhubungan dengan penjualan produk
yag akan dibeli konsumen. Misalnya pemberian fasilitas alternatif pembayaran,
pemasangan perlengkapan, merubah model untuk pakaian dan sebagainya.
Dunne Lusch dan Griffin (dalam
Foster, 2008:53), menyatakan bahwa pelayanan yang berkualitas tinggi dapat
menggunakan program relationship retailing yang di dalamnya termasuk
desain menarik untuk menarik, memelihara, dan meningkatkan customer
relationship.
Dunne Lusch dan Griffin (dalam
Foster, 2008:53), menyatakan bahwa pelayanan kepada konsumen dilakukan
pedagang eceran untuk memberikan: 1) Pre transaction service; 2) Transaction
service; 3) Past transaction service.
2.4 Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan
suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan
alternatif. Dalam keputusan membeli barang, seringkali ada dua pihak atau lebih
yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembelian. Pemasar perlu mengetahui
siapa yang terlibat dalam keputusan membeli dan peran yang dimainkan oleh
setiap orang. (Schiffman & Kanuk dalam Sumarwan 2002:289).
Keputusan untuk membeli yang
diambil oleh pembeli merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap
keputusan membeli mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh komponen. Menurut
Swasta dan Irawan (2008:118), komponen tersebut: 1) Keputusan tentang Jenis
Produk; 2). Keputusan tentang Bentuk Produk; 3). Keputusan tentang Merek; 4).
Keputusan tentang Penjualnya; 5). Keputusan tentang Jumlah Produk; 6). Keputusan
tentang Waktu Pembelian; 7). Keputusan tentang Cara Pembayaran
2.5 Hubungan Bauran Ritel
dengan
Keputusan pembelian
Loudon dan Bitta (dalam Utami,
2010:75) menyatakan bahwa “There are several factors influence consumer store
choise behavior. They are include store location, physical design assortment,
prices, advertising, sales promotion, personel and service”. Dari
pengertian tersebut dapat diartikan bahwa terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam memilih suatu toko, antara lain produk, harga,
promosi, layanan, dan fasilitas fisik. Jadi konsumen akan memilih untuk
berbelanja di toko atau tempat tertentu saja, apabila konsumen merasa bauran
ritel di toko tersebut sesuai dengan prioritas konsumen, contohnya jika
konsumen dalam berbelanja mengutamakan kenyamanan dan layanan yang memuaskan,
maka konsumen akan memilih dan berbelanja di toko yang dapat memenuhi
keinginannya tersebut.
2.6 Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1)
Faktor Bauran Ritel yang terdiri dari Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik,
dan Pelayanan secara bersama-samaberpengaruh signifikan terhadap Keputusan
Pembelian.
2) Faktor Bauran Ritel yang
terdiri dari Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik, dan Pelayanan secara
parsial
berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
3) Faktor Harga berpengaruh
dominan terhadap variabel Keputusan Pembelian.
3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research). Penelitian
ini terdiri atas variabel bebas yaitu bauran ritel atau (retailing mix) yang
meliputi: Produk, Harga, Promosi, Presentasi, Pelayanan dan variable terikatnya
keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang
sedang berbelanja di Griya Batik MX Mall kota Malang dan yang pernah
melakukan pembelian. Jumlah sampel dalam penelitian ini sejumlah 100 orang
sampel. Pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang berupa
kuesioner
3.2 Uji Validitas dan
Reliabilitas
Setelah dilakukan penyebaran
kuesioner untuk diuji coba, semua data yang diolah menunjukkan valid dan
reliabel untuk itu penelitian bisa dilanjutkan ketahap berikutnya. Berikut
hasil uji validitas dan reliabilitas 100 responden:
1)
Variabel produk (X1) dengan total pearson correlation: (X1.1) 0,912; (X1.2) 0,878; (X1.3) 0,910 dan
Alpha Cronbach’s 0,881.
2)
Variabel Harga (X2) dengan total pearson correlation: (X2.1) 0,792; (X2.2) 0,879; (X2.3) 0,833 dan
Alpha Cronbach’s 0,783.
3)
Variabel Promosi (X3) dengan total pearson correlation’s (X3.1) 0,833; (X3.2) 0,864; (X3.3) 0,856; (X3.4) 0,867; (X3.5) 0,859 dan
Alpha Cronbach’s 0,909.
4)
Variabel Fasilitas Fisik (X4) dengan total pearson correlation: (X4.1) 0,786;
(X4.2) 0.839; (X4.3) 0,868; (X4.4) 0.890; (X4.5) 0,851 dan
Alpha Cronbach’s 0,902.
5)
Variabel Pelayanan (X5) dengan total pearson correlation: (X5.1) 0,916; (X5.2) 0,930; (X.5.3) 0,919; (X5.4) 0,867; (X5.5) 0,891 dan
Alpha Cronbach’s 0,944.
6) Variabel Keputusan Pembelian
(Y) dengan total pearson Correlation (Y1) 0,944; (Y2) 0,947; (Y3) 0,929 dan
Alpha Cronbach 0,934.
4. HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Distribusi
Frekuensi Responden
Penelitian dilakukan di Griya
Batik MX Mall Malang kepada 100 orang responden yang merupakan konsumen
Griya Batik. Dari hasil penelitian terdapat 53 orang responden berjenis kelamin
laki-laki dan 47 responden berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan usia
responden, 12 orang responden berusia 23-28 tahun, 36 responden berusia
23-28tahun, 18 responden berusia 35-40 tahun, 5 responden berusia 41-46 tahun,
2 responden berusia 47-52tahun dan 1 responden berusia lebih dari 53 tahun.
Berdasarkan profesi responden,
11 responden berprofesi sebagai PNS, 47 responden berprofesi sebagai pegawai
swasta, 20 orang responden berprofesi sebagai wiraswasta dan sisanya 22
responden berprofesi lainnya. Berdasarkan penghasilan perbulan responden, 15
responden berpenghasilan kurang dari 1.500.000, 41 responden berpenghasilan
1.500.000 – 3.000.000, 22 responden berpenghasilan 3.000.000 – 4.500.000, 9
responden berpenghasilan 4.500.000 – 6.000.000, 4 responden berpenghasilan
6.000.000 – 7.500.000, 2 responden berpenghasilan lebih dari 7.500.000 dan 7
orang responden tidak mencantumkan berapa penghasilan perbulannya.
4.2 Hasil Analisis Faktor
Hasil dari
rotasi faktor menunjukkan bahwa indikator (X5.1),
(X5.2), (X5.3),
(X5.4), (X5.5)
dan indikator (X3.1), (X3.2),
(X3.3), (X3.4),
(X3.5) tidak mengalami perpindahan
identifikasi faktor, sedangkan untuk indikator (X4.1),
(X4.2), (X4.3),
(X4.4), (X4.5)
berpindah dari indentifikasi faktor 1 ke identifikasi faktor 3, indikator (X1.1), (X1.2), (X1.3),
berpindah dari identifikasi faktor 5 ke indentifikasi faktor 4 serta indikator
(X2.1), (X2.2),
(X2.3) berpindah dari identifikasi faktor
4 ke identifikasi faktor 5.
4.3 Hasil
Analisis Regresi
4.3.1
Analisis Regresi Berganda
Dari hasil
analisis regresi dapat diketahui bahwa faktor Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4)
dan, Pelayanan (X5) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai sebesar 22,854 sehingga
keputusan terhadap Hipotesis (1) yang diajukan bahwa ada pengaruh faktor Produk
(X1), Harga (X2), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4) dan, Pelayanan (X5)
terhadap keputusan pembelian diterima yang artinya bahwa faktor Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4)
dan, Pelayanan (X5) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
4.3.2
Analisis Regresi Parsial
Dari kelima
variabel bebas tersebut, faktor Promosi (X3)
mempunyai nilai beta tertinggi yaitu 0,308 dibandingkan dengan faktor Produk (X1), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4) dan, Pelayanan (X5).Hal
ini berarti faktor tersebut merupakan faktor yang dominan mempengaruhi
keputusan pembelian. Besarnya pengaruh untuk setiap variabel dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1) Faktor
Produk (X1)
Hasil analisis
regresi menunjukkan faktor Produk mempunyai nilai koefisien regresi (B) 0,303; mean
terbesar terdapat pada indikator Kualitas Produk (X1.2) sebesar 4,27 dan indikator Keragaman Jenis Produk (X1.3) sebesar 4,27 dengan sebesar 2,411 dan probabilitas 0,018
(P<0,05) sehingga Ho ditolak. Secara parsial faktor-faktor
produk yang terdiri dari kualitas produk, ketersediaan produk dan, keragaman
jenis produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
2) Faktor
Harga (X2)
Hasil analisis
regresi menunjukkan faktor Harga mempunyai nilai koefisien regresi (B) 0,477; mean
terbesar terdapat pada indikator Potongan harga atau diskon (X2.3) sebesar 4,51 dengan sebesar 3,348 dan probabilitas 0,001
(P<0,05) sehingga Ho ditolak. Secara parsial faktor-faktor
Harga yang terdiri dari harga produk sesuai kualitas, harga yang ditawarkan
lebih murah dan, potongan harga atau diskon berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Keputusan Pembelian.
3) Faktor
Promosi (X3)
Hasil analisis
regresi menunjukkan faktor Promosi mempunyai nilai koefisien regresi (B) 0,282;
mean terbesar terdapat pada indikator Media Promosi yang digunakan (X3.1) sebesar 4,22 dan indikator Banner sebagai media
iklan (X3.5) sebesar 4,22 dengan sebesar 4,161
dan probabilitas 0,000 (P<0,05) sehingga Ho ditolak.
Secara parsial faktor-faktor promosi yang terdiri dari media promosi yang
digunakan, iklan yang dibuat menarik perhatian, pesan iklan mudah dipahami,
penggunaan display sebagai media iklan, penggunaan banner
sebagai media iklan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Keputusan Pembelian.
4) Faktor
Fasilitas Fisik (X4)
Hasil analisis
regresi menunjukkan faktor Fasilitas Fisik mempunyai nilai koefisien regresi
(B) 0,195; mean terbesar terdapat pada indikator Penerangan menyeluruh
(X4.5) sebesar 4,33 dengan sebesar 2,369
dan probabilitas 0,020 (P<0,05) sehingga Ho ditolak.
Secara parsial faktor-faktor fasilitas fisik yang terdiri dari kemudahan
menemukan barang yang diinginkan, display etalase yang menarik, warna interior
yang menarik, musik yang tepat dan penerangan yang menyeluruh berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
5) Faktor
Pelayanan (X5)
Hasil analisis
regresi menunjukkan faktor pelayanan mempunyai nilai koefisien regresi (B)
0,259; mean terbesar terdapat pada indikator Kemudahan Melakukan
Pembayaran (X5.4) sebesar 4,39dengan sebesar 3,408
dan probabilitas 0,001 (P<0,05) sehingga Ho ditolak.
Secara parsial faktor-faktor pelayanan yang terdiri dari ketanggapan karyawan,
sikap karyawan, penampilan karyawan, kemudahan pembayaran dan kemudahan memesan
produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
5.
PEMBAHASAN
Penelitian ini
menggunakan 2 teknik analisis yaitu Analisis Faktor dan Analisis Regresi Linier
Berganda. Setelah dilakukan analisis faktor diketahui tidak ada perubahan
jumlah faktor yang membentuk Bauran Ritel yaitu 5 faktor. Hasil analisis faktor
terdapat terdapat 21 indikator yang membentuk 5 faktor yaitu Produk (X1) dengan 3 indikator, Harga (X2)
dengan 3 indikator, Promosi (X3) dengan 5 indikator, Fasilitas Fisik
(X4) dengan 5 indikator dan, Pelayanan
(X5) dengan 5 indikator.
5.1
Faktor-faktor yang membentuk
Bauran
Ritel (Retailing Mix)
Kontribusi
dari masing-masing faktor yang terbentuk dapat dijelaskan seperti berikut:
1) Faktor 1: Pelayanan, menunjukkan bahwa faktor Pelayanan dengan
Eigenvalue 2,168 persentase varian 10,326 dan persentase kumulatif
77,266%.
2) Faktor 2: Promosi, menunjukkan bahwa faktor Promosi dengan
Eigenvalue 3,693, persentase varian 17,585 dan persentase kumulatif
55,464%.
3) Faktor 3: Fasilitas Fisik menunjukkan bahwa faktor
Fasilitas Fisik dengan Eigenvalue 2,410 persentase varian 11,476 dan
persentase kumulatif 66,940%.
4) Faktor 4: Produk, menunjukkan bahwa faktor Produk dengan Eigenvalue
4,220 persentase varian 20,097 dan persentase kumulatif 20,097%.
5) Faktor 5: Harga, menunjukkan bahwa faktor Harga dengan Eigenvalue
4,734 persentase varian 17,782 dan persentase kumulatif 37,879%.
6) Dalam
faktor yang telah disebutkan tidak ada indikator yang dieliminasi atau dibuang
karena semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0.5 (>0.5).
5.2
Pengaruh Variabel Bauran Ritel
Terhadap
Keputusan Pembelian
Dari hasil
analisis regresi, dapat diketahui bahwa faktor Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4)
dan, Pelayanan (X5) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai sebesar
22,854 dan tingkat signifikansi 0,0000 (P<0,05). Untuk
hasil analisis regresi parsial, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pengaruh
Faktor Produk (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y).
Berdasarkan
hasil perhitungan secara parsial faktor Produk (X1)
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Pembelian (Y). hal
ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi (B) 0,303 dengan sebesar 2,411
dan probabilitas 0,018 (P<0,05) sehingga hipotesis (1) diterima, maka
hipotesis yang menyatakan faktor Kualitas Produk (X1.1), Ketersediaan Produk (X1.2)
dan, Keragaman Jenis Produk (X1.3) berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap Keputusan Pembelian (Y) diterima.
2) Pengaruh
Faktor Harga (X2) Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan
hasil perhitungan secara parsial faktor Harga mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan Pembelian (Y). hal ini dibuktikan dengan nilai
koefisien regresi (B) 0,477 dengan sebesar 3,348 dan probabilitas 0,001
(P<0,05) sehingga hipotesis (1) diterima, maka hipotesis yang menyatakan
faktor Harga Produk sesuai dengan kualitas (X2.1),
Harga yang ditawarkan lebih murah (X2.2),
Potongan Harga atau diskon (X2.3) berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap Keputusan Pembelian (Y) diterima.
3) Pengaruh
Faktor Promosi (X3) Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan
hasil perhitungan secara parsialfaktor Promosi mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan Pembelian (Y). hal ini dibuktikan dengan nilai
koefisien regresi (B) 0,282 dengan sebesar 4,161 dan probabilitas 0,020
(P<0,05) sehingga hipotesis (1) diterima, maka hipotesis yang menyatakan
faktor Media Promosi yang digunakan tepat (X3.1),
Iklan yang dibuat menarik perhatian (X3.2),
Pesan Iklan mudah dipahami (X3.3), Penggunaan display sebagai
media iklan (X3.4) dan, Penggunaan banner sebagai
media iklan (X3.5) berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap Keputusan Pembelian (Y) diterima.
4) Pengaruh
Faktor Fasilitas Fisik (X4) Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan
hasil perhitungan secara parsial faktor Fasilitas Fisik mempunyai pengaruh
positif dan signifikan terhadap keputusan Pembelian (Y). hal ini dibuktikan
dengan nilai koefisien regresi (B) 0,195 dengan sebesar 2,369 dan probabilitas
0,000 (P<0,05) sehingga hipotesis (1) diterima, maka hipotesis faktor
Kemudahan menemukan barang yang diinginkan (X4.1),
Display etalase yang menarik (X4.2),
Warna Interior yang menarik (X4.3),
Musik yang tepat (X4.4) dan, Penerangan yang menyeluruh (X4.5) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Keputusan
Pembelian (Y) diterima.
5) Pengaruh
Faktor Pelayanan (X5) Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan
hasil perhitungan secara parsial faktor Pelayanan mempunyai pengaruh positif
dan signifikan terhadap keputusan Pembelian (Y). hal ini dibuktikan dengan
nilai koefisien regresi (B) 0,259 dengan sebesar 3,408 dan probabilitas 0,001
(P<0,05) sehingga hipotesis (1) diterima, maka hipotesis yang menyatakan
faktor Ketanggapan Karyawan (X5.1), Sikap Karyawan (X5.2), Penampilan Karyawan (X5.3),
Kemudahan Pembayaran (X5.4) dan, Kemudahan Memesan Produk (X5.5) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Keputusan
Pembelian (Y) diterima.
5.3 Variabel yang Berpengaruh
Untuk
mengetahui Variabel Bauran Ritel (X) yang dominan berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian (Y) dapat dilihat pada nilai tertinggi koefisien (B) dari
hasil pengujian Produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Fasilitas Fisik (X4) dan, Pelayanan (X5)
terhadap Keputusan Pembelian (Y). Diketahui bahwa variabel Harga (X2) mempunyai nilai beta tertinggi yaitu 0,477 dibanding dengan
variabel yang lain. dengan demikian maka hipotesis dalam penelitian ini (H:3)
yang menyatakan bahwa “Harga (X2) mempunyai pengaruh dominan terhadap
Keputusan Pembelian pada Griya Batik” dinyatakan dapat diterima.
6.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian mengenai Pengaruh Bauran Ritel (Retailing Mix) Terhadap
Keputusan Pembelian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa:
1) Terdapat lima faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
yaitu faktor Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik, dan, Pelayanan.
2) Faktor Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik, dan,
Pelayanan memiliki pengaruh secara bersama-sama yang signifikan terhadap
keputusan pembelian dengan nilai 22.854 dengan tingkat signifikansi sebesar
0.0000 (P<0.05).
3) Kelima faktor yang terbentuk memiliki pengaruh yang
signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Faktor Produk dengan
sebesar 2.411 dan tingkat signifikansi 0.018 (P<0.05), Faktor Harga dengan
sebesar 3.348 dan tingkat signifikansi 0.001 (P<0.05), Faktor Promosi dengan
sebesar 4.161 dan tingkat signifikansi 0.000 (P<0.05), dan Faktor Fasilitas
Fisik dengan sebesar 2.369 dan tingkat
signifikansi 0.020 (P<0.05), serta Faktor Pelayanan dengan
sebesar 3.408 dan tingkat signifikansi 0.001 (P<0.05),
4) Faktor
Harga memiliki pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian karena
memiliki nilai beta peling tinggi yaitu sebesar 0,477.
6.2 Saran
Berdasarkan
hasil penelitian dan kesimpulan, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran,
sebagai berikut:
1. Variabel Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik dan
Pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Keputusan
Pembelian, diharapkan toko Griya Batik terus meningkatkan kualitas dari segi
Produk, Harga, Promosi, Fasilitas Fisik dan Pelayanan untuk membantu
meningkatkan pembelian.
2. Variabel Harga merupakan variabel yang mempunyai pengaruh
dominan. Menanggapi kondisi ini pihak toko Griya Batik sebaiknya tetap
mempertahankan pada segi harga yang sudah ada.
3. Tetap
menjaga kualitas produk, pelayanan, fasilitas fisik, harga dan promosi agar
konsumen semakin banyak yang datang dan meningkatkan omset penjualan di Griya
Batik.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta:
Rineka Cipta.
Buchari, Alma.
2009. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Foster, Bob.
2008. Manajemen Ritel. Bandung: Alfabeta.
Kotler, Philip
dan Kevin Lane Keller. 2007. Manajemen
Pemasaran.Terjemahan oleh Benyamin Molan.Edisi Kedua belas.Jilid 2.
Jakarta: Indeks.
Machin, David and
Michael J Chambell. 1987. Statistical Tabel for the Design of Clinical
Trial. Oxford London: Blackwell Scientific Publication.
Simamora,
Bilson. 2004. Riset Pemasaran Filsafah Teori dan Aplikasi.Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Tama.
Singarimbun,
Masri dan Sofyan Effendi. 2006. Metode Penelitian Survai. Edisi Revisi.
Cetakan Kedelapan Belas. Jakarta: LP3ES.
Sopiah dan
Syihabudin. 2008. Manajemen Bauran Ritel. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Swasta, Basu
dan Irawan. 2008. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta.Liberty Offset.
Utami,
Christina Whidya. 2010. Manajemen Ritel. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar