Tulisan 20

Pertamina Siapkan Belanja Modal Hingga Rp 90 Triliun


SHUTTERSTOCKIlustras

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (persero) akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 7,85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 94 triliun pada 2014.

Dana sebesar itu akan dialokasikan sebesar 48 persen untuk bisnis hulu, 22,2 persen untuk kegiatan pengembangan bisnis, 13.4 persen bisnis gas, 6,4 persen untuk bisnis pengolahan, 6,1 persen untuk kegiatan pemasaran dan niaga, serta sekitar 3,9 persen untuk bisnis petrokimia dan anak perusahaan lainnya.

Vice President Corporate Communication Ali Mundakir menjelaskan dengan Capex tersebut, persero telah menyiapkan beberapa bisnis yang akan dikembangkan. Dari segi hulu, Pertamina akan memproduksikan sekitar 284.000 barel per hari minyak dan 1.567 MMscfd gas bumi atau setara dengan 554.700 barel setara minyak per hari (boepd)

"Peningkatan produksi juga ditargetkan pada bisnis panas bumi yaitu menjadi 3.036 GWh," ujar Ali, Kamis (26/12/2013).

"Bisnis petrokimia juga akan semakin agresif dalam kegiatan pemasaran, serta bisnis pelumas Pertamina yang tahun ini dilakukan spin off dari unit bisnis menjadi anak perusahaan, yaitu PT Pertamina Lubricants," ungkap Ali.

Bisnis gas perusahaan juga diperkirakan tumbuh signifikan terutama disokong oleh peningkatan bisnis niaga sekitar 374 persen seiring dengan kebijakan sinergi antar Anak Perusahaan Pertamina untuk memaksimalkan nilai tambah bisnis gas dari hulu, transportasi hingga kegiatan niaganya.

"Bisnis CNG (Chemical Natural Gas) diproyeksikan akan meningkat sejalan dengan mulai gencarnya program konversi BBM ke bahan bakar gas di sektor transportasi oleh pemerintah," papar Ali. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

analisis:  dari bisnis hulu Pertamina tahun depan, diperkirakan bisa menyumbangkan lebih dari 50 persen dari total laba usaha, terutama dipicu oleh peningkatan produksi dari kegiatan merger dan akuisisi maupun lapangan eksisting.
Adapun pada bisnis hilir Pertamina, target pendapatan akan didukung oleh peningkatan penjualan pada BBM retail non subsidi dan juga bisnis aviasi yang semakin menjanjikan seiring dengan peningkatan jumlah penerbangan domestik dan internasional.

Tulisan 19

BTN Telah Lelang Properti Bermasalah Rp 96 Miliar

Sabtu, 28 Desember 2013 | 19:35 WIB
KONTAN/ BaihakiPelayanan nasabah BTN


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil melakukan lelang atas properti bermasalag senilai Rp 96 miliar pada tahun 2013 ini.

"Dalam 2 hingga 3 bulan ini kami melakukan pelelangan dan penjualan kurang lebih 16 persen dari total yang bermasalah. Nominalnya sekitar ratusan miliar lah," kata Direktur Utama BTN Maryono di Kantor Pusat BTN, Jumat (27/12/2013).

Adapun total kredit bermasalah perseroan pada tahun 2013 ini tercatat mencapai Rp 600 miliar. Dari total kredit tersebut, BTN mencatat NPL net sebesar 3,8 persen pada kuartal III 2013. Sumber kredit bermasalah tersebut diakui Maryono kebanyakan disebabkan program KPR Subsidi yang dijalankan perseroan.

"NPL paling tinggi berasal dari KPR subsidi, tapi itu program KPR subsidi yang lama. Pada waktu itu program setelah bayar bunga tapi setelah beberapa tahun bayar pokok, seperti itulah," ujar Maryono.

"Itu baru pertama kali uji coba dan ini akan kita lakukan terus menerus, karena ini efektif dan berdampak baik ke pendapatan kita," jelas dia.

Lebih lanjut, Maryono mengungkapkan BTN akan terus melakukan sistem lelang hasil kredit bermasalah itu di tahun-tahun mendatang, mengingat jumlah kredit bermasalah yang masih cukup tinggi.

analisis : Program lelang properti bermasalah tersebut dikatakan baru pertama kali dilakukan BTN. Program itu merupakan salah satu upaya yang dinilai akan mampu mengkonversi kredit bermasalah menjadi pendapatan dan laba. 

Tulisan 18

BI: Proses Akuisisi Bank Hampir Seluruhnya Selesai

Minggu, 29 Desember 2013 | 18:35 WIB
SHUTTERSTCOK.COMIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com -
 Seiring dengan akan dialihtugaskan fungsi pengawasan industri perbankan kepada Otoritas Jasa Perbankan (OJK), Bank Indonesia mengatakan hampir semua proses permohonan akuisisi bank telah selesai diproses. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo. Sayangya, Agus tidak menyebutkan izin akuisisi bank mana saja yang telah dikabulkan.
"Hampir semua yang terkait dengan permohonan akuisisi, sudah diselesaikan. Tetapi kalau akuisisi yang dalam negeri jauh lebih mudah," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/12/2013).
Ia merinci, jika investor luar negeri ingin membeli bank dalam negeri harus ada proses hormat atas azas resiprokal dan juga kerjasama antara pengawas bank di Indonesia dan pengawas bank di negaranya. Meski begitu Agus bilang, telah ada satu kesepakatan otoritas pengawasan bank Indonesia dan otoritas pengawas bank luar, yaitu di Jepang.
"Ada mutual respect yang jelas terdokumentir. Itu kami kita anggap kemajuan yang baik, tapi yang lain dalam diskusi dan progress yang baik," jelas Agus.
Seperti diketahui BI sebelumnya tengah menggodok sejumlah proses permohonan akuisisi. Antara lain, rencana akuisisi 70 persen saham PT Bank Sahabat Purba Danarta oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan rencana akuisisi 33 persen saham Bank Saudara oleh Bank Woori Indonesia anak perusahaan Woori Bank.
Selain itu juga ada rencana Sumitomo Mitsui Financial Group Inc yang ingin mengakuisisi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). Begitupun dengan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan ICB Financial Group Holdings AG dengan mengakuisisi saham Bumiputera sebesar 30 persen. (Dea Chadiza Syafina)
analisis : permohonan akuisisi oleh investor lokal bakal lebih mudah dibandingkan dengan proses akuisisi oleh investor asing. Sebab, proses akuisisi oleh investor asing harus melewati proses kesepakatan antara dua otoritas.

Tulisan 17

Jero Wacik: Menghilangkan BBM Subsidi secara Politis dan Sosial Kurang Pas


KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sepakat jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, ia tak sependapat jika pasokan BBM bersubsidi ke wilayah Jakarta dihentikan sama sekali.

"Kalau subsidi (BBM) di DKI itu dikurangi, itu saya saya setuju. Tapi, kalau dihilangkan itu agak-agak secara politis dan sosial kurang pas, karena masih ada warga yang kurang mampu, mereka itu berhak dapat subsidi," ujarnya ditemui usai paparan kinerja ESDM, Jumat (27/12/2013).

Jero mengatakan, masyarakat yang kurang mampu berhak mendapatkan subsidi. Dan, kata dia, di Jakarta masih banyak masyarakat yang kurang mampu. "Kalau dihilangkan bahasanya sulit itu, karena orang miskin di Jakarta kan, saudara kita yang kurang mampu pemerintah wajib memberikan subsidi. Kalau dikurangi, ya, di Menteng, di tempat yang elit, kalau bisa tidak ada BBM bersubsidi," katanya.

"Tentunya partai politik enggak mau ngomong karena isu ini enggak populer, dan pasti rugi. Tapi kalau ada yang ngomong, sama seperti orang kena sakit usus buntu dikasih parasetamol, nanti meletus kamu," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, pada Rabu (18/12/2013).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengusulkan pemberhentian subsidi BBM untuk kendaraan bermotor di Ibu Kota kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kebijakan tersebut dapat merangsang pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal.

analisis :
penghapusan pasokan BBM bersubsidi ke Jakarta bukan sebuah wacana semata. Sebab, kajian ini akan terus dimatangkan dan dilaksanakan tahun depan seusai pengadaan bus tingkat gratis. Apabila rencana ini memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah, maka DKI akan mempersiapkan kupon beras di tiap koperasi sebagai penekan angka inflasi. Seharusnya, pemerintah pusat dapat menyetujui usulannya sebab menghemat alokasi APBN.

Tulisan 16

Naik Tipis, Kapitalisasi Pasar BEI Capai Rp 4.163 Triliun di Akhir 2013


KONTANBursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang periode Januari hingga Desember 2013 IHSG mengalami tren penurunan. Pada penutupan sesi perdagangan tahun 2013, IHSG bertengger pada level 4.258,57 sementara pada penutupan perdagangan tahun 2012 lalu IHSG ditutup pada level 4.316,887.

Walaupun tren IHSG mengalami penurunan, BEI mencatat rekor jumlah emiten baru sepanjang tahun 2013 ini. Jumlah emiten baru tersebut berhasil menambah nilai kapitalisasi pasar saham. 

Adapun rata-rata nilai transaksi harian saham pada periode Januari hingga Desember 2013 mencapai Rp 6,25 triliun, juga meningkat 37,68 persen dibandingkan periode sama tahun 2012, yakni sebesar Rp 4,54 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian saham. "Rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari sampai Desember 2013 juga naik dibandingkan periode yang sama di tahun 2012, yaitu naik sebesar 26,51 persen dari 121.712 kali transaksi menjadi 153.975 kali transaksi," kata BEI.

Lebih lanjut BEI juga mencatat peningkatan pada rata-rata volume transaksi harian selama tahun 2013 ini. Peningkatan terjadi sebanyak 28,51 persen, yakni mencapai 5,50 miliar saham dibandingkan periode sama tahun 2012 lalu, yakni 4,28 miliar saham.

analisis :
Sepanjang Januari hingga Desember 2013, IHSG mengalami tren penurunan. Meskipun IHSG turun, penambahan 31 emiten baru berhasil menambah nilai kapitalisasi pasar saham, yaitu sebesar 0,87 persen dari Rp 4.127 triliun pada akhir 2012 menjadi Rp 4.163 triliun pada 27 Desember 2013," tulis BEI dalam keterangan resmi pada konferensi persi akhir tahun 

Tulisan 15

Tahun Depan KSEI Permudah Pembukaan Sub Rekening Efek


KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi aktivitas di bursa saham.


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan mempercepat proses pembukaan Sub Rekening Efek agar investor baru dapat lebih cepat melakukan transaksi di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi mengatakan mulai 27 Desember 2013 telah diimplementasikan modul Statistik Data Investor (SDI) dalam sistem C-BEST. Dengan modul ini pemegang rekening KSEI, yakni perusahaan efek dan bank kustodian dimungkinkan secara langsung melakukan administrasi Sub Rekening Efek.

Khusus untuk nasabah individu domestik, adanya modul ini membuat proses pembukaan Sub Rekening Efek bagi investor baru akan semakin cepat.

"Dahulu investor baru harus menunggu sekitar 2 hari untuk proses pembukaan Sub Rekening Efek. Dengan modul ini, untuk investor individu domestik, asalkan datanya lengkap diisi sesuai ketentuan yang berlaku maka begitu instruksi disampaikan ke sistem C-BEST secara langsung sistem akan membuatkan Sub Rekening Efek dan nomor SID bagi nasabah terkait," kata Heri di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/12/2013).

analisis :
 bila pembukaan Sub Rekening Efek dan pembuataan SID berlangsung cepat, diharapkan proses pembukaan Rekening Dana Nasabah di bank juga dapat dipercepat, sehingga investor tak perlu menunggu lama untuk dapat melakukan transaksi di BEI.

Tulisan 14

Singapura Batasi Jumlah Pekerja Asing


SINGAPURA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Singapura sepanjang tahun ini mencapai 3,7 persen atau lebih tinggi dari proyeksi awal.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan pertumbuhan ekonomi global sudah mulai stabil. "Pencapaian itu di atas perkiraan kami sebelumnya, yaitu 2,5 persen-3,5 persen di tengah ketidakpastian perekonomian global," ujarnya dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip AFP, Selasa (31/12/2013).

"Ekonomi Eropa dan Amerika stabil. Prospek ekonomi Asia masih positif, namun terdapat sejumlah masalah dan tekanan, yang salah satunya ketegangan di wilayah semenanjung Korea," lanjutnya.

Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, Singapura mematok target pertumbuhan ekonomi antara 2 persen-4 persen pada tahun 2014.

Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.

PM Lee juga menyatakan bahwa Pemerintah Singapura akan mengetatkan pekerja asing di tengah meluapnya para ekspatriat di negeri tersebut. 

Hingga saat ini, jumlah pekerja asing di negara tetangga Indonesia ini mencapai 5,4 juta orang, sedangkan penduduk asli dan penduduk permanen hanya sebanyak 3,84 juta.

"Kami akan melanjutkan untuk mengimbangkan jumlah pekerja asing dengan penduduk asli atau permanen resident," lanjut Lee.

analisis:
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, Singapura mematok target pertumbuhan ekonomi antara 2 persen-4 persen pada tahun 2014.

Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.

Tulisan 13

Investasi Emas Menghadapi 2014


Emas atau logam mulia selalu menarik perhatian banyak orang khususnya para investor. Memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, mungkin alasan itulah yang membuat investor tertarik menjadikannya sebagai bentuk investasi yang bernilai tinggi. Walau masih banyak masyarakat yang ragu menempatkan uangnya di komoditas ini, karena pemahaman dan kepercayaan yang masih kurang terhadap perusahaan investasi. Investasi emas adalah salah satu investasi yang cerdas dan cukup aman. Dikatakan demikian karena emas tidak memiliki peluang besar untuk turun dalam posisi rendah atau nilainya jauh dari modal.

Investasi Emas Tahun 2014

Untuk investasi emas fisik, banyak yang mengira akan terhalang dengan biaya pembuatan dan penitipan emas, padahal biaya tersebut tidak mungkin melebihi besarnya harga emas itu sendiri. Dengan memiliki simpanan emas, merupakan suatu keuntungan lebih untuk periode jangka panjang. Tak beda halnya untuk periode janga pendek, jika anda mengambil bentuk investasi secara non fisik. Emas online merupakan salah satu alternatif bentuk investasi yang memiliki resikoyang lebih kecil dibanding emas fisik.

Resiko investasi di emas memang lebih kecil dibanding investasi di saham, nilai jual dan beli emas juga dapat mengalami punurunan dan kenaikan harga. Bagi para investor, memperhatikan demanddan suplay analisis emas merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Alasan tersebut sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai emas. Investor juga harus memahami dengan baik tentang produk investasi emas yang sangat luas cakupannya.

Harga emas menurun, bagaimana nasib investasi?

Menghadapi tahun 2014 ini, dengan menguatnya nilai dollar dan stabilnya perekonomian Amerika, membuat harga emas drastis turun. Para analisis pasar menilai, minat pembelian investor di bawah angka 1.200 dollar AS khususnya untuk keperluan industri dan sektor perhiasan. Pasar juga memperkirakan emas akan turun terus karena adanya pelonggaran kuantitaf dari Amerika hingga akhir tahun.  Turunnya harga emas, membuat ketertarikan sebagian investor ikut menurun. Padahal turunnya harga emas sekarang ini, merupakan momen yang baik untuk mulai berinvestasi.

Harga emas yang mengalami penurunan merupakan kesempatan besar bagi para investor untuk mulai menyimpan emas sebagai investasi jangka panjang. Sehingga saat harga emas kembali melonjak maka investor bisa melepas emasnya dengan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Jika pemahaman yang tinggi dimiliki para investor dalam investasi emas, maka dipastikan dapat mencapai keuntugan yang melimpah. Emas yang memiliki sifat profitable, membuat produk ini tak pernah redup dikalangan para investor.

Edukasi terhadap bentuk investasi emas harus terus dikembangkan, agar para pemain yang terjun ke dunia investasi memahami bahwa emas dan nilai emas memiliki relasi yang kuat terhadap permintaan pasar. Permintaan emas yang meningkat membuat harga emas mengalami kenaikan, karena itu emas dikatakan terbatas atau suplai yang limited. Kekhawatiran investor terhadap harga emas yang terus merosot di penghujung tahun ini, membuat peminat investasi ini juga menurun. Namun, menurunnya minat investor di akhir tahun ini akan menjadi penyesalan jika tren kenaikan harga emas terjadi lagi.

Momen turunnya harga emas saat ini, justru menjadi saat yang paling baik untuk membeli emas. Sehingga nasib investasi yang satu ini dalam menghadapi tahun 2014, bukan perkara yang sulit apalagi yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang. Beberapa perusahaan investasi akan tetap menawarkan produk emas miliknya, bahkan ada beberapa perusahaan asing yang mulai masuk keIndonesia awal tahun nanti. Hal ini menandakan bahwa investasi dalam bentuk emas saat mengahadapi turunnya nilai emas di akhir tahun, masih menarik perhatian para investor.

analisis :
 Laju nilai tukar dolar AS pada tahun 2014 berpotensi kian melambung. Indikasinya sudah terlihat sejak spekulasi Fed akan mengurangi stimulus pada bulan Mei 2013 lalu. Dampaknya suku bunga acuan mulai naik. Harga KPR untuk 30 tahun sekitar 25 persen lebih tinggi dibandingkan awal tahun ini. Untuk treasury 10 tahun naik satu persen selama periode yang sama.


Selain itu, secara historis kenaikan suku bunga berkaitan erat dengan kekuatan dolar di pasar mata uang. Namun siklus ini adalah periode multi tahun. Apa yang terjadi sepanjang tahun ini bisa saja tidak sama. Jadi meskipun dolar AS telh naik atau turun di tahun ini bukan mencerminkan tahun sebelumnya. Reli dolar AS terhadap mata uang lainnya akan dimulai tahun depan. Dengan melihat kondisi ekonomi global.



Per 13 Desember 2013, dolar AS telah naik 6 persen dibandingkan awal tahun ini.. Credit Suisse memperkirakan indeks dolar AS kan nik ke 90,70 selama tiga bulan ke depan, dn naik ke 95,99 selama setahun ke depan.



Di sisi lain, emas dan perak menguat pada Sabtu (28/12) dini hari tadi seiring data ekonomi AS yang positif. Harga emas untuk pengiriman Februari naik 0,1% ke USD 1.214 per troy ons. Untuk pekan ini, emas mencatatkan kenaikan 0,9%. Sedangkan untuk harga perak naik 0,7% ke USD 20,05 per ons. Pada pekan ini tercatat mengalami kenaikkan 3 persen.

Tulisan 12

Emas Kehilangan Kilaunya, Harga Dunia Terus Merosot

Harga emas batangan Antam dijual Rp527.000 untuk ukuran 1 gram.



VIVAnews - Harga emas berjangka melemah pada penutupan perdagangan di Bursa New York, Amerika Serikat, Jumat pekan lalu. Harga emas Amerika Serikat tergelincir 0,11 persen menjadi US$1.212,70 per ounce.

Dikutip dari laman Reuters, Senin 30 Desember 2013, komoditas emas mulai kehilangan kilaunya saat Bank Sentral Amerika Serikat mengumumkan akan menarik stimulusnya bulan depan. Harga logam mulia itu kemudian melemah 3 persen tidak lama setelah The Fed mengambil keputusan tersebut.

Tahun ini harga emas terus merosot dan menuju kerugian tahunan terbesar dalam tiga dekade terakhir. Pemulihan ekonomi global justru menjadi sentimen negatif  bagi harga emas.

Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan harga emas batangan pada transaksi hari ini naik Rp3.000 per gram.

Harga emas batangan Antam kini dijual Rp527.000 untuk ukuran 1 gram atau menguat Rp3.000 dibandingkan Rp524.000 per gram pada transaksi Jumat pekan lalu, 27 Desember 2013.

Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.490.000, ukuran 10 gram Rp4.930.000, ukuran 25 gram Rp12.250.000, ukuran 50 gram Rp24.450.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp48.850.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.000.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp243.800.000.

Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini naik Rp2.000 dan dipatok pada level Rp467.000 per gram dari sebelumnya Rp465.000 per gram. (umi)

analisis : komoditas emas mulai kehilangan kilaunya saat Bank Sentral Amerika Serikat mengumumkan akan menarik stimulusnya bulan depan. Harga logam mulia itu kemudian melemah 3 persen tidak lama setelah The Fed mengambil keputusan tersebut. 

Tahun ini harga emas terus merosot dan menuju kerugian tahunan terbesar dalam tiga dekade terakhir. Pemulihan ekonomi global justru menjadi sentimen negatif  bagi harga emas.

Tulisan 11


Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami depresiasi sangat dalam pada 2013.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia, 20 Mei 2013 posisi rupiah di level 9.760 per dolar AS. Data terakhir kurs, 24 Desember 2013, rupiah anjlok ke level 12.215 per dolar AS. Jika dibandingkan dari kedua level itu, maka kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai 25 persen.

Pelemahan rupiah terjadi secara gradual atau bertahap. sampai Juni 2013, gerakan rupiah masih berada di kisaran level 9.800 hingga 9.900 terhadap dolar AS. Di sini, sebenarnya kegelisahan mulai muncul. Pemerintah dan bank sentral sebagai otoritas terkait diharapkan mampu menjaga rupiah tak naik menembus level 10.000 per dolar AS.

Namun, tren pelemahan rupiah terus meningkat. Sampai apa yang dikhawatirkan itu justru terjadi. Kurs referensi mematok rupiah di level 10.024 per dolar AS pada 15 Juli 2013.

Pemerintah menyatakan penguatan mata uang dolar AS terjadi di semua negara kawasan Asia dengan pasar sedang berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Pemicunya adalah kebijakan Federal Reserve selaku bank sentral AS yang akan menarik dana stimulus moneter yang nilainya mencapai US$85 miliar per bulan untuk pembelian obligasi. Langkah The Fed ini didasari pertimbangan bahwa kondisi perekonomian AS kini sudah mulai pulih. Sebelumnya, ekonomi AS mengalami krisis setelah banyak kredit macet di pembiayaan sektor properti pada 2008.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Selasa 16 Juli 2013, menilai bahwa kebijakan pemulihan ekonomi AS menjadi pemicu utama pelemahan mata uang negara-negara kawasan Asia.

Menurut Hatta, kondisi ini hanya berlangsung sementara dan dalam waktu dekat rupiah akan kembali menguat.

"Jadi, ini bukan karena fundamental kita tidak baik. Tapi, lebih karena penguatan dolar dan situasi makro ekonomi dunia," ujar Hatta di kantornya, Jakarta.

Hatta berharap masyarakat tidak terlalu cemas dengan posisi rupiah saat ini. Karena, upaya intervensi di pasar uang demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ini terus dilakukan.

"Jangan anggap Rp10.000 per dolar AS itu angka psikologis. Tidak ada itu angka psikologis," kata Hatta. Selengkapnya, kliktautan ini.

Namun, berselang tak sampai dua bulan kemudian, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru lebih dalam lagi. Pada 4 September 2013, kurs rupiah di pasar spot dipatok pada level 11.093 per dolar AS.

Kemudian, pada Desember posisi rupiah akhirnya rupiah tembus level 12.000 terhadap dolar AS. Kurs referensi JISDOR 11 Desember 2013 menetapkan rupiah di level 12.005 per dolar. Mulai dari situ, grafik pergerakan rupiah di perdagangan pasar spot semakin tinggi. Hingga data terakhir, 24 Desember 2013, rupiah berada di level 12.215 per dolar AS.

Nilai yang wajar
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, Sabtu 28 Desember 2013, menyatakan bahwa penyebab pelemahan rupiah dan mata uang negaraemerging market lainnya di tahun ini adalah ketidakjelaskan kebijakan The Fed untuk membatasi dana stimulus moneternya.

"Ada faktor eksternal, dari tapering di AS yang tidak pasti jadi sentimen negatif," ujar Aviliani kepada VIVAnews.

Di sisi lain, faktor internal juga mendorong pelemahan rupiah lebih dalam. Pada setiap pertengahan tahun utang luar negeri swasta banyak yang jatuh tempo. "Utang ini cukup besar, besarannya mencapai US$38 miliar," kata Aviliani.

Namun, menurut Aviliani, kurs rupiah di level 12.000 terhadap dolar AS merupakan nilai tukar yang wajar. Krisis yang menimpa AS dan Eropa pada 2008, memaksa otoritas keuangan terkait di kedua kawasan itu memberlakukan pengetatan moneter.
Situasi ini menyebabkan para pemilik modal melarikan dananya untuk investasi di luar AS dan Eropa. Negara berkembang, terutama Asia, menjadi sasaran utama. "Sehingga banyak uang beredar dan masuk kawasan emerging markets," kata Aviliani.

Oleh karena itu, ia menambahkan, pemulihan nilai tukar rupiah sepanjang 2009 hingga 2011 tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian RI. Karena pada saat itu Indonesia menikmati "berkah" atas dana para pemodal asing itu yang masuk dalam berbagai bentuknya, termasuk investasi langsung (foreign direct investment).

"Rupiah terapresiasi saat itu, karena banyak dana asing masuk Indonesia. Tapi kan sifatnya hanya sebenarnya hanya sementara, semacam bonus," kata Aviliani.

Sayangnya, menurut dia, momentum apresiasi rupiah itu tidak digunakan untuk perbaikan infrastruktur perekonomian Indonesia. Karena nilai tukar yang baik, impor justru makin tinggi.

Padahal, untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, bukan hanya mengandalkan kekuatan konsumsi sebagai penopang utama. Investasi juga harus semakin ditingkatkan.

"Makanya saya bilang, rupiah di posisi 12 ribu per dolar AS itu sebenarnya batas yang memang wajar. Karena struktur perekonomian kita belum memungkinkan untuk menguat," kata Aviliani.

Eskpor Indonesia sebagian besar merupakan komoditas atau barang mentah. Menurut Aviliani, porsi barang mentah dalam neraca ekspor Indonesia mencapai 80 persen. Ini yang membuat nilai ekspor Indonesia tergolong kecil.

Jika dibandingkan dengan India, ekspornya sebagian besar berupa barang jadi. Porsi barang jadi dalam ekpsor India lebih dari 60 persen.

"Dengan melihat ini, saya tidak heran jika nilai ekspor India lebih bagus. Defisit perdagangan mereka membaik," kata Aviliani.

Meski rupee India dan rupiah memimpin pelemahan mata uang di kawasan Asia pada Agustus lalu, namun menurut Aviliani, kualitas beban penanganan pemerintah dan bank sentral kedua negara itu berbeda.

2014 terancam krisisPemerintah diharapkan dapat segera melakukan langkah perbaikan untuk membenahi masalah defisit neraca perdagangan RI. Jika defisit semakin justru semakin besar di 2014, maka beban depresiasi rupiah akan semakin berat.

Menurut Aviliani, tahun 2014 menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menangani persoalan "pekerjaan rumah" yang besar itu.

"Kalau pemerintah tak mampu menjaga rupiah di level 12 ribu per dolar, kita bisa masuk krisis," kata Aviliani.

Karena, ia menjelaskan, depresiasi mata uang yang lebih dari 12 persen hingga 15 persen itu sebenarnya merupakan sinyal mengkhawatirkan. "Itu bahaya. Karena sudah menunjukkan kita sudah tidak ada fund, defisit parah," kata Aviliani.

Untuk menahan agar nilai tukar rupiah tak semakin jeblok hingga menembus level 13.000 per dolar AS, Aviliani menyarankan, pemerintah mengatur arus masuk dan keluar kas.

"Harus atur capital ouflow dan capital inflow. Karena kita tidak mungkin menaikkan ekspor," kata Aviliani.

Penerapan UU Minerba pada tahun 2014 yang melarang industri pertambangan mengekpsor bahan mentah, kata Aviliani, jelas akan membuat ekspor Indonesia turun. "Perusahaan tambang tidak mungkin bisa bangun pabrik dalam jangka setahun. Jika defisit perdagangan makin tinggi, ini mengancam rupiah," kata Aviliani.

Devisa hasil ekspor, ia melanjutkan, harus ditempatkan di dalam negeri. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan memberi keyakinan kepada para pengusaha dan pengekspor untuk bersedia menyimpan dananya di bank dalam negeri.

"Perlu dijamin agar dana mereka selalu ada. Pemerintah harus membujuk mereka mau menyimpan uang di dalam negeri, beri keyakinan bahwa menaruh uang di Indonesia itu aman," kata Aviliani.

Hal ini penting demi menjaga cadangan devisa tak menyusut terlalu banyak saat permintaan pasar tinggi.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa mendorong restrukturisasi utang luar negeri swasta agar tak jatuh tempo secara bersamaan. "Utang luar negeri swasta itu sekitar US$38 miliar jatuh tempo setiap tahun. Ini harus diatur juga agar jangan sampai jatuh tempo tidak pas suplai sedang minim," kata Aviliani. (eh)
source : vivanews.com

analisis :  penguatan mata uang dolar AS terjadi di semua negara kawasan Asia dengan pasar sedang berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Pemicunya adalah kebijakan Federal Reserve selaku bank sentral AS yang akan menarik dana stimulus moneter yang nilainya mencapai US$85 miliar per bulan untuk pembelian obligasi. Langkah The Fed ini didasari pertimbangan bahwa kondisi perekonomian AS kini sudah mulai pulih. Sebelumnya, ekonomi AS mengalami krisis setelah banyak kredit macet di pembiayaan sektor properti pada 2008

Tugas 5

Penalaran Induktif & Deduktif

Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.
Agar pengetahuan yang dihasilkan melalui penalaran tersebut mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara dan prosedur tertentu. Penarikan kesimpulan dari proses berpikir dianggap valid bila proses berpikir tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan seperti ini disebut sebagai logika.
Logika dapat didiefinisikan secara luas sebagai pengkajian untuk berpikir secara valid. Dalam penalaran ilmiah, sebagai proses untuk mencapai kebenaran ilmiah dikenal dua jenis cara penarikan kesimpulan yaitu logika induktif dan logika deduktif. Logika induktif berkaitan erat dengan penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata yang sifatnya khusus dan telah diakui kebenarannya secara ilmiah menjadi sebuah kesimpulan yang bersifat umum.
Sedangkan logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diperoleh dari kasus yang sifatnya umum menjadi sebuah kesmpulan yang ruang lingkupnya lebih bersifat individual atau khusus.
A.Penalaran Induktif
Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.
Bentuk-bentuk Penalaran Induktif :
a) Generalisasi :
Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum
Contoh generalisasi :
v Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
v Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.
b) Analogi :
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh analogi :
Nina adalah lulusan Akademi Amanah.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan Akademi Amanah.
Oleh Sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
c) Hubungan kausal :
penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
1) Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2) Akibat – Sebab.
Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
3) Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
Induksi merupkan cara berpikir dengan menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.
Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataaann-pernyataan yang ruang lingkupnya khas dan terbatas dalam menysusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
Misalkan kita mempunyai fakta bahwa katak makan untuk mempertahankan hidupnya, ikan , sapi, dan kambing juga makan untuk mempertahankan hidupnya, maka dari kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa semua hewan makan untuk mempertahankan hidupnya.
Kesimpulan yang bersifat umum ini penting artinya karena mempunyai dua keuntungan. Keuntungan yang pertama adalah pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis, maskudnya melalui reduksi terhadap berbagai corak dan sekumpulan fakta yang ada dalam kehidupan yang beraneka ragam ini dapat dipersingkat dan diungkapkan menjadi beberapa pernyataan. Pengetahuan yang dikumpulkan manusia bukanlah sekedar koleksi dari berbagai fakta melainkan esensi dan juga fakta-fakta tersebut.
Demikian juga dalam pernyataan mengenai fakta yang dipaparkan, pengetahuan tidak bermaksud membuat reproduksi dari objek tertentu melainkan menekankan kepada strukstur dasar yang menyangga wujud fakta. Sebagai contoh, bagaimanapun lengkapnya dan cermatnya sebuah pernyataan dibuat untuk mengungkapkan betapa nikmatnya hubungan intim dirasakan seorang wanita atas keinginan suka sama suka dan perihnya hubungan intim karena pemerkosaan, tidak mungkin dapat merreproduksikan hal itu.
Pengetahuan cukup puas dengan pernyataan elementer yang bersifat kategoris bahwa hubungan intim atas dorongan suka sama suka indah, nikmat, dan hubungan intim karena pemerkosaan sangatlah menyakitkan. Pernyataan seperti ini sudah cukup bagi manusia untuk bersifat fungsional dalam kehidupan praktis dan berpikir teoritis.
Keuntungan yang kedua dari pernyataan yang bersifat umum adalah dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif. Secara induktif maka dari berbagai pernyataan yang bersifat umum dapat disimpulkan pernyataan yang bersifat lebih umum lagi. Misalkan dari contoh sebelumnya bahwa kesimpulan semua hewan perlu makan untuk mempertahankan hidupnya, kemudian dari kenyataan bahwa manusia juga perlu makan untuk mempertahankan hidupnya, maka dapat dibuat lagi kesmpulan bahwa semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahankan hidupnya. Penalaran seperti ini memungkinkan disusunnya pengetahuan secara sistematis yang mengarah kepada pernyataan-pernyataan yang main lama makin bersifat fundamental.
B. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang sebaliknya dari penalaran induktif.
Deduksi adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Penarikkan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi
1) premsi mayor dan
2) premis minor.
Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersbut. Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis. Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis.
Dari contoh sebelumnya misalkan kita menyusun silogisme sebagai berikut.
v Semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahanka hidupnya (Premis mayor)
v Joko adalah seorang mahluk hidup (Premis minor)
v Jadi, Joko perlu makan untuk mempertahakan hidupnya (Kesimpulan)
Kesimpulan yang diambil bahwa Joko juga perlu makan untuk mempertahankan hidupnya adalah sah menurut penalaran deduktif, sebab kesimpulan ini ditarik secara logis dari dua premis yang mendukungnya.
Pertanyaan apakah kesimpulan ini benar harus dikembalikan kepada kebenaran premis-premis yang mendahuluinya. Apabila kedua premis yang mendukungnya benar maka dapat dipastikan bahwa kesimpulan yang ditariknya juga adalah benar. Mungkin saja kesimpulannya itu salah, meskipun kedua kedua premisnya benar, sekiranya cara penarikkan kesimpulannya tidak sah.
Dengan demikian maka ketepatan penarkkan kesimpulan tergantung dari tiga hal yaitu:
1) kebenaran premis mayor,
2) kebenaran premis minor, dan
3) keabsahan penarikan kesimpulan.
Apabila salah satu dari ketiga unsur itu persyaratannya tidak terpenuhi dapat dipastikan kesimpulan yang ditariknya akan salah. Matematika adalah pengetahuan yang disusun secara deduktif.
C. Korelasi Penalaran Deduktif dan Induktif
Kedua penalaran tersebut seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan.
Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori. Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi, dan dilaksanakan dalam suatu ujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika.
Upaya menemukan kebenaran dengan cara memadukan penalaran deduktif dengan penalaran induktif tersebut melahirkan penalaran yang disebut dengan reflective thinking atau berpikir refleksi. Proses berpikir refleksi ini diperkenalkan oleh John Dewey (Burhan Bungis: 2005; 19-20), yaitu dengan langkah-langkah atau tahap-tahap sebagai berikut :
v The Felt Need,
Ø yaitu adanya suatu kebutuhan. Seorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaannya sehingga dia berusaha mengungkapkan kebutuhan tersebut.
v The Problem,
Ø yaitu menetapkan masalah. Kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need di atas, selanjutnya diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan atau kebutuhan tersebut, yaitu apa sebenarnya yang sedang dialaminya, bagaimana bentuknya serta bagaimana pemecahannya.
v The Hypothesis,
Ø yaitu menyusun hipotesis. Pengalaman-pengalaman seseorang berguna untuk mencoba melakukan pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Paling tidak percobaan untuk memecahkan masalah mulai dilakukan sesuai dengan pengalaman yang relevan. Namun pada tahap ini kemampuan seseorang hanya sampai pada jawaban sementara terhadap pemecahan masalah tersebut, karena itu ia hanya mampu berteori dan berhipotesis.
v Collection of Data as Avidance,
Ø yaitu merekam data untuk pembuktian. Tak cukup memecahkan masalah hanya dengan pengalaman atau dengan cara berteori menggunakan teori-teori, hukum-hukum yang ada. Permasalahan manusia dari waktu ke waktu telah berkembang dari sederhana menjadi sangat kompleks; kompleks gejala maupun penyebabnya. Karena itu pendekatan hipotesis dianggap tidak memadai, rasionalitas jawaban pada hipotesis mulai dipertanyakan. Masyarakat kemudian tidak puas dengan pengalaman-pengalaman orang lain, juga tidak puas dengan hukum-hukum dan teori-teori yang juga dibuat orang sebelumnya. Salah satu alternatif adalah membuktikan sendiri hipotesis yang dibuatnya itu. Ini berarti orang harus merekam data di lapangan dan mengujinya sendiri. Kemudian data-data itu dihubung-hubungkan satu dengan lainnya untuk menemukan kaitan satu sama lain, kegiatan ini disebut dengan analisis. Kegiatan analisis tersebut dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis, yaitu hipotesis yang dirumuskan tadi.
v Concluding Belief,
Ø yaitu membuat kesimpulan yang diyakini kebenarannya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya, maka dibuatlah sebuah kesimpulan, dimana kesimpulan itu diyakini mengandung kebenaran.
v General Value of The Conclusion,
Ø yaitu memformulasikan kesimpulan secara umum. Konstruksi dan isi kesimpulan pengujian hipotesis di atas, tidak saja berwujud teori, konsep dan metode yang hanya berlaku pada kasus tertentu – maksudnya kasus yang telah diuji hipotesisnya – tetapi juga kesimpulan dapat berlaku umum terhadap kasus yang lain di tempat lain dengan kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan tersebut untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Proses maupun hasil berpikir refleksi di atas, kemudian menjadi popular pada berbagai proses ilmiah atau proses ilmu pengetahuan. Kemudian, tahapan-tahapan dalam berpikir refleksi ini dipatuhi secara ketat dan menjadi persyaratan dalam menentukan bobot ilmiah dari proses tersebut. Apabila salah satu dari langkah-langkah itu dilupakan atau dengan sengaja diabaikan, maka sebesar itu pula nilai ilmiah telah dilupakan dalam proses berpikir ini.
2. SILOGISME KATEGORIAL
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
1. Premis umum : Premis Mayor (My)
2. Premis khusus remis Minor (Mn)
3. Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai
berikut:
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh silogisme Kategorial:
My : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA
Mn : Badu adalah mahasiswa
K : Badu lulusan SLTA
My : Tidak ada manusia yang kekal
Mn : Socrates adalah manusia
K : Socrates tidak kekal
My : Semua mahasiswa memiliki ijazah SLTA.
Mn : Amir tidak memiliki ijazah SLTA
K : Amir bukan mahasiswa
a dua cara untuk menarik kesimpulan dari suatu teks atau wacana yakni melalui penalaran deduksi dan penalaran induksi.
Penalaran deduksi dilakukan terhadap data (pernyataan) umum untuk kemudian ditarik kesimpulan yang khusus. Penalaran deduksi terbagi atas dua bagian yaitu silogisme dan entimen.
Silogisme adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Silogisme memerlukan dua premis sebagai data. Premis pertama disebut premis umum, premis yang kedua disebut premis khusus. Dari kedua premis tersebut, kesimpulan itu dirumuskan. Penalaran deduksi yang kedua yaitu entimen.
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung.
Contoh:
Silogisme
PU: Binatang mamalia melahirkan anak dan tidak bertelur.
PK: Ikan paus binatang binatang mamalia.
K : Ikan paus melahirkan anak dan tidak bertelur.
Entimen
Ikan paus melahirkan anak dan tidak bertelur karena termasuk binatang mamalia.
Penalaran induksi dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa khusus, untuk kemusian dirumuskan sebuah kesimpulan, yang mencakup semua peristiwa-peristiwa khusus itu. Yang termasuk ke dalam penalaran induksi yaitu generalisasi, analogi, dan hubungan kausal.
Generalisasi adalah proses penalaran yang menggunakan beberapa pernyataan yang mempunyai ciri-ciri tertentu untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.
Analogi adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal yang memiliki sifat sama. Cara ini didsarkan asumsi bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, maka akan ada persamaan pula dalam bidang lain.
Hubungan kausal adalah cara penalaran yang diperoleh dari peristiwa-peristiwa yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.
Contoh:
Generalisasi
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jadi, jika dipanaskan, semua logam akan memuai.
Analogi
Arief seorang alumni SMUN 1 Tegal dapat diterima kerja di perusahaan Pak Subur. Oleh sebab itu, Nani yang juga lulusan SMUN 1 Tegal pasti dapat pula diterima kerja di perusahaan pak Subur.
Hubungan Kausal
Kemarin Badu tidak masuk kantor. Hari ini pun tidak. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu, pasti Badu sedang sakit.
Berpikir induktif
Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum (Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 444  W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)
Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)
Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com)
Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.
Buat contoh penegasan kita kembali pada masyarakat Yunani, masyarakat yang sebenarnya merintis kesopanan manusia. Lama sudah terpendam dalam otaknya Archimedes, pemikir Yunani yang hidup 250 tahun sebelum Masehi, persoalan: apa sebab badan yang masuk barang yang cair itu, jadi enteng kekurangan berat? Ketika mandi, maka jawab persoalan tadi tiba-tiba tercantum di matanya dan kegiatan yang memasuki jiwanya menyebabkan dia lupa akan adat istiadat negara dan bangsanya. Dengan melupakan pakaiannya, ia keluar dari tempat mandinya dengan bersorak-sorakkan “heureuka” saya dapati, saya dapati, adalah satu contoh lagi dari kuatnya nafsu ingin tahu dan lazatnya obat haus “ingin” tahu itu. Archimedes menjalankan experiment yang betul, ialah badannya sendiri, yang jadi benda yang dicemplungkan ke dalam air buat mandi. Dengan cara berpikir, yang biasa dipakainya sebagai pemikir besar, ia bisa bangunkan satu undang yang setiap pemuda yang mau jadi manusia sopan mesti mempelajari dalam sekolah di seluruh pelosok dunia sekarang.
Menurut undang Archimedes, maka kalau benda yang padat (solid) terbenam pada barang cair, maka benda tadi kehilangan berat sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu.Tegasnya kalau berat Archimedes di luar air umpamanya B gram dan berat air yang dipindahkan oleh badan Achimedes b gram, maka berat Archimedes dalam air tidak lagi B gram, melainkan (B-b) gr.
Dengan contoh dirinya sendiri sebagai benda dan air sebagai barang cair, maka simpulan yang didapatkan Archimedes dalam tempat mandi itu belumlah boleh dikatakan undang. Semua benda dalam alam, kalau dicemplungkan ke dalam semua zat cair mestinya kekurangan berat sama dengan berat-zat cair yang dipindahkan oleh benda itu. Kalau semuanya takluk pada kesimpulan tadi, barulah kesimpulan itu akan jadi Undang dan barulah Archimedes tak akan dilupakan oleh manusia sopan, manusia yang betul-betul terlatih sebagai bapak undang itu. (Madilog. hal 100-101 Tan Malaka, Pusat Data Indikator)
MACAM-MACAM PENALARAN INDUKTIF
1. GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh :
Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah.
Tiga cara pengujian untuk menentukan generalisasi:
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?
2. ANALOGI
Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.
Contoh ;
Sartono sembuh dari pusing kepalanya karena minum obat ini.
Pengetahuan secara analogis adalah suau metode yang menjelaskan barang – barang yang tidak biasa dengan istilah – istilah yang di kenal ide – ide baru bisa di kenal atau dapat di terima apabila di hubungkan dengan hal – hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
3. HUBUNGAN KAUSALITAS
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
Contoh:
Anak-anak berumur 7 tahun mulai memasuki usia sekolah. Mereka mulai mengembangkan interaksi social dilingkungan tempatnya menimba ilmu. Mereka bergaul dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, berbagai karakter anak mulai terlihat karena proses sosialisasi itu.
(2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Dalam bergaul anak dapat berprilaku aktif. Sebaliknya, ada pula anak yang masih malu-malu dan selalu dan mengandalkan temannya. Namun, tidak dapat di pungkiri jika ada anak yang selalu mambuat ulah. Hal ini disebabkan oleh interaksi sosial yang dilakukan anak ketika memasuki usia sekolah.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Contoh :
Mulai tanggal 2 april 1975 harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, diesel, minyak pelumas, dan lain-lainnya dinaikan harganya, karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan supaya ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga bahan baker naik, sudah barang tentu biaya angkutanpun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti akan ikut naik, karena biaya tambahan untuk transport harus diperhitungkan. Naiknya harga barang akan terasa berat untuk rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang dan jasa harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.
4. PERBANDINGAN
INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
SALAH NALAR
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.

Hubungan Kausal
Hubungan sebab akibat / hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
Contoh hubungan kausal  :
Kuberikan sedikit uang disakuku untuk membeli obat, ia menatap wajahku.. Menitikkan air mata lagi.. Ia menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan untuk adik dan ibunya dirumah.
Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan anak itu bersama ibunya di pasar. Mereka menghampiriku,, memberiku sedikit makanan kecil sebagai ungkapan terima kasih padaku karena telah membantu anak itu beberapa hari yang lalu.
Pengertian lain :
Hubungan kausal (kausalitas) merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
Proposisi dan Jenisnya
Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data/fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Fakta/data yang akan dinalar itu boleh benar atau boleh tidak benar. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagian data itu disebut proposisi.
Yang dimaksud dengan proposisi adalah kalimat atau pernyataan yang selalu mempunyai nilai kebenaran, mungkin pernyataan itu bernilai benar saja, atau salah saja, tetapi tidak kedua-duanya.
o> Berdasarkan kriteria, jenis proposisi adalah :
1. Berdasarkan bentuk : Proposisi tunggal dan majemuk
2. Berdasarkan sifatnya : Proposisi kategorial dan kondisional
3. Berdasarkan kualitas : Proposisi positif (afirmatif) dan negatif
4. Berdasarkan bentuk : Proposisi umum (universal) dan khusus (partikular)
o> Berdasarkan jenis dibedakan dengan lingkaran yang disebut Lingkaran Euler, yaitu :
a. Suatu perangkat yang tercangkup dalam subjek=perangkat yang tercangkup dalam predikat. Semua S adalah P. Contoh: Semua sehat adalah semua tidak sakit
b. – Suatu perangkat yang tercantum dalam Subjek menjadi bagian dari predikat. Semua S adalah P. Contoh : Semua sepeda beroda
- Suatu perangkat yang tercantum dalam predikat menjadi bagian dari Subjek. Semua S adalah P. Contoh : Sebagian binatang adalah kera
c. Suatu perangkat yang tercangkup dalam subjek berada diluar perangkat predikat. Dengan kata lain, antara Subjek dan Predikat tidak terdapat relasi. Tidak satu pun S adalah P. Contoh: Tidak seorang pun manusia adalah binatang
d. Sebagian perangkat yang tercangkup dalam subjek berada diluar perangkat predikat. Sebagian S tidaklah P. Contoh: Sebagian kaca tidaklah bening.