Singapura Batasi Jumlah Pekerja Asing
SINGAPURA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Singapura sepanjang tahun ini mencapai 3,7 persen atau lebih tinggi dari proyeksi awal.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan pertumbuhan ekonomi global sudah mulai stabil. "Pencapaian itu di atas perkiraan kami sebelumnya, yaitu 2,5 persen-3,5 persen di tengah ketidakpastian perekonomian global," ujarnya dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip AFP, Selasa (31/12/2013).
"Ekonomi Eropa dan Amerika stabil. Prospek ekonomi Asia masih positif, namun terdapat sejumlah masalah dan tekanan, yang salah satunya ketegangan di wilayah semenanjung Korea," lanjutnya.
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, Singapura mematok target pertumbuhan ekonomi antara 2 persen-4 persen pada tahun 2014.
Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.
PM Lee juga menyatakan bahwa Pemerintah Singapura akan mengetatkan pekerja asing di tengah meluapnya para ekspatriat di negeri tersebut.
Hingga saat ini, jumlah pekerja asing di negara tetangga Indonesia ini mencapai 5,4 juta orang, sedangkan penduduk asli dan penduduk permanen hanya sebanyak 3,84 juta.
"Kami akan melanjutkan untuk mengimbangkan jumlah pekerja asing dengan penduduk asli atau permanen resident," lanjut Lee.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan pertumbuhan ekonomi itu disebabkan pertumbuhan ekonomi global sudah mulai stabil. "Pencapaian itu di atas perkiraan kami sebelumnya, yaitu 2,5 persen-3,5 persen di tengah ketidakpastian perekonomian global," ujarnya dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip AFP, Selasa (31/12/2013).
"Ekonomi Eropa dan Amerika stabil. Prospek ekonomi Asia masih positif, namun terdapat sejumlah masalah dan tekanan, yang salah satunya ketegangan di wilayah semenanjung Korea," lanjutnya.
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, Singapura mematok target pertumbuhan ekonomi antara 2 persen-4 persen pada tahun 2014.
Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.
PM Lee juga menyatakan bahwa Pemerintah Singapura akan mengetatkan pekerja asing di tengah meluapnya para ekspatriat di negeri tersebut.
Hingga saat ini, jumlah pekerja asing di negara tetangga Indonesia ini mencapai 5,4 juta orang, sedangkan penduduk asli dan penduduk permanen hanya sebanyak 3,84 juta.
"Kami akan melanjutkan untuk mengimbangkan jumlah pekerja asing dengan penduduk asli atau permanen resident," lanjut Lee.
analisis:
Dengan
mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, Singapura mematok target
pertumbuhan ekonomi antara 2 persen-4 persen pada tahun 2014.
Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.
Pada 2012, total produk domestik bruto (PDB) mencapai 345,6 miliar dollar Singapura atau 273,25 miliar dollar AS. Ekspor Singapura, sebagaimana yang terjadi di negara Asia lainnya, mengalami perlambatan karena turunnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar